Selasa, 03 Mei 2011

ringkasan cara sederhana merawat tanaman sirih


Tanaman sirih merah kini sedang jadi primadona, daunnya terlihat eksotis

dengan warna merah yang menarik perhatian. Pamor sirih merah sebagai herba
yang berkhasiat memang baru terdengar dua tahun belakangan ini. Awalnya,
tanaman berdaun hijau ini banyak dijadikan tanaman hias. Selain indah untuk
hiasan, tanaman ini dapat menyembuhkan aneka penyakit seperti kanker, jantung,
asam urat, diabetes militus dan hipertensi.
Tanaman sirih sangat banyak macamnya, tak hanya yang berdaun hijau,
tetapi juga yang hitam, merah, kuning, bahkan perak. Ciri khas tanaman tropis ini,
berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai
membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing, permukaan daun
mengkilap dan tidak merata. Seperti sirih hijau, tanaman sirih merah juga tumbuh
merambat di pagar atau pohon. Daunnya berasa pahit getar, namun beraroma
lebih wangi dibanding sirih hijau. Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh,
berhawa sejuk, sinar matahari 60-75 persen, dan tumbuh subur di daerah
pegunungan (Sudewo, 2005).
Sirih merah itu mengandung sejumlah senyawa aktif antara lain
flavonoid, alkoloid, polevenolad, tanin, dan minyak asiri. Senyawa flavonoid dan
polevenolad bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, dan antiinflamasi. Sedangkan senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga
ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker (Anonim, 2007).
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan proses yang penting
dalam kehidupan dan berlangsung secara terus menerus sepanjang daur hidup.
Tumbuh merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan banyak factor
yaitu faktor dalam maupun faktor luar. Faktor dalam pertumbuhan missal
asimilasi, pembentukan protoplasma baru, peningkatan dalam ukuran dan berta
tumbuhan. Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu kadar air
dan udara dalam tanah, kelembaban udara, intensitas cahaya, tanah dan
kertesedian mineral (Sutarmi, 1987).
Pertumbuhan suatu tumbuhan bergantung pada jumlah bahan makanan
yang diberikan padanya dalam jumlah minimum. Banyaknya unsur-unsur diambil
oleh suatu tanaman itu ada pengaruh timbal baliknya (Dwijoseputro, 1980).
Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar serta
menahan unsur hara dan air sementara waktu. Jenis dan sifat media tanam akan
mempengaruhi ketersedian unsur hara dan air di daerah perakaran. Macam media
akan berbeda pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman (Nicholls,
1993).
Kebutuhan tanaman akan unsur hara dapat diperoleh dari media tanam.
Namun, biasanya unsur hara terdapat di dalam media tanam tidaklah lengkap dan
tidak dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan tambahan
unsur hara berupa pupuk. Pemberian pupuk secara rutin dan berkala serta dengandosis yang tepat sangat menunjang petumbuhan tanaman. Sebaliknya, pemberian
pupuk yang berlebihan dan tidak tepat dosis akan menyebabkan pertumbuhan
tanaman terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian (Sugih, 2005).
Piper crocatum membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang.
Jumlah unsur hara yang diperoleh dari media tanam sangat terbatas dan tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperoleh dari pupuk.
Pemupukan melalui daun merupakan cara pemberian pupuk ke tanaman melalui
penyemprotan daun. Pemupukan lewat daun dipandang lebih berhasil bila
disbanding melalui akar. Selain di dalam pupuk daun terkandung unsur hara
mikro yang dibutuhkan tanaman. Penyerapan haranya berjalan lebih cepat
disbanding pupuk yang diberikan lewat akar (Marsono, 2007).
Pada saat pemberian pupuk dalam bentuk cair, yang perlu diperhatikan
adalah konsentrasi yang diberikan, karena setiap jenis tanaman mempunyai
tingkat kebutuhan larutan pupuk yang berbeda. Selain itu, setiap macam larutan
pupuk mempunyai kandungan unsur yang berbeda, sehingga pengaruhnya
terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga akan berbeda. Ketepatan
konsentrasi dan jumlah nutrisi yang dibutuhkan dari setiap macam larutan penting
untuk diketahui (Rinsema, 1983).
Kurangnya kandungan unsur hara makro maupun mikro dapat
mengakibatkan hambatan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta
produktivitasnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
pertumbuhan dan produktivitas tanaman Piper crocatum adalah pemupukan.


4
Salah satu cara pemupukan yang sering dilakukan pada pembudidayaan tanaman
hias adalah pemupukan melalui daun. Untuk itu maka perlu dipelajari efektivitas
jenis pupuk daun yang tepat agar mampu mendukung pertumbuhan dan
perkembangan tanaman yang lebih baik.
Menurut hasil penelitian Deni Sulistya Kuncara (2007) bahwa jenis pupuk
daun berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Adenium (Adenium
obesum). Dengan menggunakan pupuk daun anorganik Bayfolan, Trobos dan
Vitamik dengan konsentrasi anjuran 2 cc.1
-1
. Dan menurut hasil penelitian Lincah
Andadari dan Diana Prameswari (2005) bahwa pupuk daun dapat meningkatkan
secara nyata produksi daun murbei (Morus sp). Dengan menggunakan pupuk
daun Gemari, Gandasil, Wuxal dan Bayfolan. Sedangkan menurut hasil penelitian
Ibdazizra Hidayanti (2005) menunjukkan bahwa perlakuan tiga jenis pupuk daun
dan konsentrasi pupuk daun dapat mendukung pertumbuhan vegetatif hasil
persilangan anggrek Dendrobium cv. Tampomas / Dendrobium cv. Jaq. Hawaii.
Dengan menggunakan pupuk daun BioPlasma dan Bayfolan.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka peneliti melakuakan
penelitian dengan judul, “EFEKTIVITAS JENIS PUPUK DAUN TERHADAP
PERTUMBUHAN TANAMAN SIRIH MERAH (Piper cocatum)


READ MORE - ringkasan cara sederhana merawat tanaman sirih

Tentang Daun Siriih

Daun Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain[1]. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan.
Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.

Ciri-ciri batang, daun, dan bunga/buah

Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 – 8 cm dan lebar 2 – 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 – 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 – 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.
Manfaat Daun Sirih juga banyak sekali anda bisa liat disini.
READ MORE - Tentang Daun Siriih

Manfaat Sirih Merah

Sirih Merah selain cantik sebagai tanaman yang eksotik juga bermanfaat sebagai tanaman yang "ampuh" dan berkhasiat mengobati beberapa penyakit seperti : DIABETES, KANKER, ASAM URAT, HIPERTENSI, GURAH KEWANITAAN, LIVER, AMBEIEN, PERADANGAN ORGAN TUBUH, dll. Tumbuhan merambat ini dijumpai di halaman rumah. Sirih (Piper betle L atau Chavica aurculata Miq) memang mudah ditanam. Cukup dengan menggunakan stek dan diberi cukup air, tanaman ini bisa tumbuh baik di tempat panas maupun di tempat yang terlindung. Ada beberapa jenis sirih yang dikenal di masyarakat. Misalnya, sirih jawa (daun lebih lembut, kurang tajam, hijau rumput), sirih belanda (daun besar, hijau tuam rasa dan bau tajam dan pedas), sirih cengkeh (kecil, daun kuning, rasa seperti cengkeh), sirih kuning, dan sirih hitam. Sirih sangat kaya dengan kandungan zat berkhasiat. Di antaranya, minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylpyrokatekol, cyneole, caryophyllene, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati. Efek zat aktif yang dikandung seluruh bagian tanaman sirih adalah merangsang syaraf pusat, merangsang daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, merangsang kejang, meredakan sifat mendengkur. 
Daun sirih memiliki efek mencegah ejakulasi prematur, mematikan jamur Candida albicans, anti kejang, analgesik, anestetik, pereda kejang pada otot polos, penekan pengendali gerak, mengurangi sekresi cairan pada liang vagina, penekan kekebalan tubuh, pelindung hati, dan antidiare. Tanaman sirih juga diketahui bisa mengatasi batuk, bronchitis, menghilangkan bau badan, mengobati luka bakar, mimisan, bisul, mata gatal dan merah, koreng dan gatal-gatal, menghentikan pendarahan gusi, sariawan, menghilangkan bau mulut, jerawat, keputihan, dan mengurangi produksi air susu ibu yang berlebihan. Untuk obat batuk, sebanyak 15 lembar daun sirih direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 3/4-nya, minum dengan madu. Obat bronchitis, sebanyak tujuh lembar daun sirih dan gula batu satu potong direbus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas, minum sehari 3 X 1/3 gelas. Menghilangkan bau badan, lima lembar daun sirih direbus dengan dua gelas air hingga menjadi satu gelas, minum siang hari. Obat luka bakar, daun segar diperas airnya, ditambah sedikit madu, bubuhkan di tempat yang luka bakar. Mimisan, daun agak muda satu lembar dilumatkan, digulung untuk menyumbat hidung berdarah. Bisul, daun sirih secukupnya dicuci bersih, digiling menjadi halus, dioleskan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut. Sehari diganti dua kali. Mengatasi mata gatal dan merah, lima sampai enam lembar daun direbus dengan satu gelas air sampai mendidih. Setelah dingin untuk cuci mata dengan memakai gelas air sampai mendidih. Setelah dingin untuk cuci mata dengan memakai gelas cuci mata. Sehari tiga kali sampai sembuh. Untuk koreng dan gatal-gatal, sebanyak 20 lembar direbus, saat hangat dipakai untuk cuci. Menghentikan pendarahan gusi, daun empat lembar direbus dengan dua gelas air, dipakai untuk kumur. Obat sariawan, daun sirih segar sebanyak satu sampai dua lembar dibersihkan, dikunyah sampai lumat, ampasnya dibuang. Untuk menghilangkan bau mulut, sebanyak dua sampai empat lembar daun diremas, lalu diseduh, dipakai untuk kumur. Obat jerawat, tujuh sampai 10 lembar daun sirih ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan dua gelas air panas. Airnya dipakai untuk mencuci muka yang berjerawat. Sehari dilakukan dua sampai tiga kali. Obat keputihan, sebanyak 10 lembar daun direbus dengan 2,5 liter air, hangat-hangat dipakai untuk mencuci liang kemaluan. Untuk mengurangi produksi ASI yang berlebihan, beberapa lembar daun sirih diolesi minyak kelapa, hangatkan di atas api hingga menjadi layu, hangat-hangat tempelkan di seputar payudara yang bengkak.
READ MORE - Manfaat Sirih Merah